Pemerintah Desa Cimenga menggelar rapat konsultasi bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan tokoh masyarakat pada hari Jumat, 24 April 2026 Pukul 13.00 sampai dengan Pukul 15.00 Wib dengan agenda utama membahas persoalan pengelolaan sampah serta penataan kawasan wisata Curug Nyandung. Rapat berlangsung di Balai Dusun Ciawitali pada Jumat, 24 April 2026, dan dihadiri oleh kepala desa beserta perangkatnya, anggota BPD, para ketua RT, kader PKK, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam forum tersebut, isu sampah masih menjadi perhatian utama warga. Permasalahan yang paling menonjol adalah sampah rumah tangga yang hingga kini belum tertangani secara optimal. Warga Dusun Ciawitali menyampaikan sejumlah usulan yang kemudian diterima oleh pihak pemerintah desa. Salah satu gagasan yang mencuat adalah penyediaan minimal satu tempat pembuangan sampah di setiap RT sebagai langkah awal untuk mengurangi penumpukan sampah di lingkungan permukiman.
Tidak hanya itu, pemerintah desa juga berencana mengadakan pelatihan khusus terkait pengelolaan sampah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sekaligus keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Selain membahas sampah, rapat juga menyoroti kondisi Curug Nyandung yang belakangan kembali ramai dikunjungi. Air terjun yang telah lama menjadi ikon Dusun Ciawitali ini sebenarnya belum dikelola secara resmi, mengingat debit airnya yang bersifat musiman dan belum dibuka sebagai destinasi wisata umum. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, jumlah pengunjung meningkat signifikan, terutama dipicu oleh penyebaran informasi melalui media sosial.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran dari pihak pemerintah desa. Tanpa pengelolaan yang jelas, potensi risiko seperti kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi dan berdampak pada tanggung jawab pemerintah desa. Oleh karena itu, dalam rapat tersebut muncul gagasan untuk membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang bertugas mengelola kawasan Curug Nyandung secara lebih terarah.
Sejumlah usulan lain juga disampaikan warga, di antaranya pemasangan spanduk peringatan guna meningkatkan kewaspadaan pengunjung, serta pembangunan fasilitas penunjang seperti toilet. Mengingat lokasi Curug Nyandung yang cukup jauh dari permukiman, warga juga mengusulkan pembatasan waktu kunjungan. Pengunjung diimbau tidak berada di kawasan curug setelah pukul 15.00 WIB, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya hewan liar di area tersebut.
Rapat ini menjadi langkah awal dalam upaya bersama antara pemerintah desa dan masyarakat untuk menata lingkungan sekaligus menjaga potensi wisata lokal agar tetap aman dan berkelanjutan. [UN]

Semarak HUT RI ke-81, Warga Blok Cibibhul Gelar Aneka Lomba Meriah
82

"Ngobeng", Kearifan Budaya Lokal Meriahkan HUT RI ke-81 di Desa Cimenga Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan
55

Upacara Detik-Detik Proklamasi di Kecamatan Darma Teguhkan Semangat “Darma Berdaya”
28

"Lomba Joged Balon" di Blok Silubang Semarakkan HUT RI ke-81
18

Semarak HUT RI ke-81, Warga Blok Cibibhul Gelar Aneka Lomba Meriah
82

"Ngobeng", Kearifan Budaya Lokal Meriahkan HUT RI ke-81 di Desa Cimenga Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan
55

"Lomba Joged Balon" di Blok Silubang Semarakkan HUT RI ke-81
18

Upacara Detik-Detik Proklamasi di Kecamatan Darma Teguhkan Semangat “Darma Berdaya”
28

Rembug Stunting Desa Cimenga Perkuat Komitmen Bersama Cegah Stunting
35

MENJAGA NYALA TRADISI : Ritual Babarit Desa Cimenga, Rayakan Syukur Hasil Bumi hingga Gelora Seni Golewang
74

Semarak HUT RI ke-81, Warga Blok Cibibhul Gelar Aneka Lomba Meriah
Berita
82

"Ngobeng", Kearifan Budaya Lokal Meriahkan HUT RI ke-81 di Desa Cimenga Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan
Berita
55

"Lomba Joged Balon" di Blok Silubang Semarakkan HUT RI ke-81
Berita
18

Upacara Detik-Detik Proklamasi di Kecamatan Darma Teguhkan Semangat “Darma Berdaya”
Berita
28

Rembug Stunting Desa Cimenga Perkuat Komitmen Bersama Cegah Stunting
Berita
35

MENJAGA NYALA TRADISI : Ritual Babarit Desa Cimenga, Rayakan Syukur Hasil Bumi hingga Gelora Seni Golewang
Berita
74